Rabu, 27 Februari 2013

Cuplikan Novel Amore: BAMBINA

Dear Blogger,
Ada yang request cuplikan novel Bambina :)
Biar nggak penasaran
...
Voila~This is it!!!



-APPETIZER-
Seperti sebuah salad di makanan pembuka Bambi, Mr. Kim sang pujaan hati bagaikan buah–buah segar yang menggiurkan, sedangkan Leo yang membuat Bambi melakukan ‘the most embarrassing moment in her life’ hanyalah selada hijau yang menjadi alas dasar piring salad, Bambi membenci Leo sang partner kerja.


BAMBI melihat jam tangannya untuk ketiga kalinya. Pukul 17.33. Sudah setengah jam lewat ia duduk sendiri di restoran Itali, Pasta. Ia sedang menunggu Leonardo Blanco, seorang fotografer. Mereka berjanji temu karena Bambi ingin menyewa jasa laki-laki itu. Walau mereka belum saling mengenal, Bambi langsung jatuh hati pada karya Leo ketika melihat portfolio-nya dan ingin bekerja sama dengannya. Foto-foto Leo unik menurut Bambi, sulit didefinisikan tapi  mempunyai nilai seni yang sangat indah dan memukau.
Cangkir cappuccino Bambi sudah kosong. Ia melambaikan tangan memanggil pelayan. Seorang pria tinggi memakai jas datang menghampirinya untuk mencatat pesanan selanjutnya. Bambi memesan cappuccino untuk kedua kalinya. Pria itu bukan pelayan, melainkan pemilik restoran Pasta ini. Namanya Kim Ki Seok, tapi pria berkewarganegaraan Korea ini biasa dipanggil Mr. Kim.
Tak menunggu lama, Mr. Kim sudah kembali ke meja Bambi sambil membawa secangkir cappuccino. Mr. Kim membungkuk sedikit ketika menyajikannya di meja.
Bambi menyukai Mr. Kim; tubuhnya yang tinggi, hidungnya yang mancung, dan rahangnya yang tegas. Wajah Mr. Kim mirip artis Korea idola Bambi. Yang paling Bambi suka dari Mr. Kim adalah sorot matanya yang tajam serta penampilan Mr. Kim yang selalu menawan dengan setelan jas yang elegan dan mahal.
Pertemuan pertama Bambi dengan pria itu sebenarnya kurang menyenangkan. Saat itu ia marah-marah kepada Mr. Kim karena seorang pelayan menumpahkan secangkir cappuccino ke baju Bambi. Tapi, Mr. Kim bisa sangat bijaksana dan gentle saat memberikan solusi untuk kegusaran Bambi. Bukan hanya menggratiskan pesanan Bambi hari itu, Mr. Kim juga menawarkan untuk mengganti biaya laundry baju Bambi. Tentu saja kemarahan Bambi surut seketika. Selain itu, sikap Mr. Kim yang ramah terhadap setiap tamunya semakin membuat Bambi terpesona. Mr. Kim adalah salah satu alasan mengapa Pasta menjadi restoran favorit Bambi di samping makanannya yang memang enak.
Sambil meneguk cappuccino-nya, Bambi memperhatikan tiga orang yang baru saja memasuki restoran. Dua pria dan seorang wanita. Mungkinkah salah satu di antara dua pria itu Leo? Seorang pria bule berusia sekitar 25 tahunan dengan sebuah ransel di punggungnya berjalan mendekati meja Bambi kemudian duduk tepat di belakang meja Bambi.
Cappuccino kedua Bambi sudah habis, jam tangannya sudah menunjukkan pukul 18.05, dan si Leo itu masih belum datang juga. Bambi sudah beberapa kali menghubungi handphone Leo, tapi tidak aktif.
Huh kesal! Lama banget sih orang yang namanya Leo itu, sudah berjam-jam tidak muncul juga batang hidungnya! Tidak profesional banget sih dia! batin Bambi menggerutu.
Kenapa handphone dia juga tidak aktif ya dari tadi? Mungkin low batt? Gimana nih? Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Lalu terjadilah hal yang tidak akan dilupakan Bambi seumur hidup. Hal paling gila dan memalukan yang ia lakukan, yang terlintas begitu saja di otaknya.
Ia berdiri dari tempat duduknya.
“Permisi? Ada yang bernama Leonardo Blanco di sini?”
Semua mata para tamu tertuju padanya selama kurang-lebih tiga detik dengan tatapan aneh. Kemudian hening dan tidak ada satu pun yang menjawab.
Pintu keluar restoran! teriak Bambi dalam hati. Pipinya merona merah karena hal memalukan yang baru saja dilakukannya, ia segera mengambil tasnya, mengeluarkan dua lembar uang lima puluh ribu rupiah dari dompetnya, meletakkannya di atas meja, dan mengambil langkah seribu menuju pintu keluar restoran.
***

Setelah sampai di apartemennya, Bambi memasukki kamar tidurnya, membanting pintu karena kesal, dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Kalau bisa menghilang, ingin rasanya ia menghilang dari muka bumi ini. Ia teringat, sebelum keluar dari restoran, matanya sempat betemu pandang dengan Mr. Kim sang pujaan hati. Ia tidak punya keberanian untuk datang ke PASTA lagi. Ia sangat malu dan merasa bodoh di hadapan Mr. Kim. Aku tidak bisa bertemu lagi dengan Mr. Kim, pikirnya sedih.
Kesialan yang menimpa Bambi hari ini disebabkan seorang pria yang bernama Leonardo Blanco. Si Leo sialan! umpat Bambi kesal. Ia mengambil handphone-nya, mengetik sebuah pesan, dan mengirimnya segera. Ia memberitahu Leo bahwa ia tak jadi menyewa jasa pria itu sebagai fotografer.
Bambi memejamkan mata, berniat tidur untuk melupakan the best embarrassing moment in her life. Berharap semua yang telah terjadi hanyalah sebuah mimpi buruk.

***

Mata Bambi terbuka, ia baru saja terbangun dari tidurnya. Tangannya meraih handphone di nakas. Jam pada handphone itu menunjukkan pukul 11.06. Sudah siang ternyata. Bambi meregangkan tubuh, lalu menatap layar handphone-nya dengan lebih tajam. Terdapat lima belas missed call, empat belas dari Leo dan satu dari Katty. Melihat nama Leo, langsung membuat Bambi teringat kejadian buruk yang menimpanya kemarin. Mood Bambi langsung menjadi buruk, buat apa si Leo itu meneleponnya lagi? Sudah jelas ia telah membatalkan urusan mereka lewat SMS kemarin.

Bambi bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Sembari melangkah, jarinya menekan tuts handphone-nya untuk menelepon Katty.

“What’s up, Bi?” sapa Katty riang di seberang telepon.

“Kaaattt!!! Gimana sih temen kamu si Leo itu??? Nggak profesional banget!!!” Protes Bambi langsung menyembur.
“Waduh… Kenapa sih Leo memangnya? Nggak profesional gimana, Bi?” tanya Katty kaget.
“Kemaren kan kami janjian ketemu buat pertama kali, terus aku nunggu dia lamaaa bangeeet nggak dateng-dateng. Udah gitu HP-nya nggak bisa dihubungi, lagi! Nggak aktif! Gimana nggak professional, coba? Dan yang paling ngeselin, nggak tau ada angin apa, aku tiba-tiba melakukan hal yang memalukan banget jadinya!!! Haduuuuuh bodohhh banget klo diinget-inget!!!” Bambi merepet panjang-lebar.
“Hahahahaha… Hal memalukannya kayak gimana nih?” Katty malah jadi tertawa geli mendengar omelan Bambi.
“Aku tiba-tiba berdiri, terus teriak ke orang-orang di resto, apakah ada yang namanya Leo di sana. Gila, kan? Mereka langsung ngeliatin aku dengan tatapan aneh. Awkward banget jadinya! BETE!!! Aku kemaren langsung batalin aja kerja sama dengan Leo lewat SMS!!!” kata Bambi masih emosi.
“Wah… wah… Kok jadi langsung batalin, Bi? Jangan dong, Bi, pleasee… Aku jadi nggak enak sama cowokku, si John. Aku kan kenal si Leo dari cowokku. Memang sih dari cerita kamu dia keliatan nggak profesional, tapi mungkin dia lagi ada masalah jadi datengnya nggak on-time, terus HP-nya mungkin low batt atau bisa aja ketinggalan, jadi nggak bisa hubungin kamu. Sikonnya aja, kali, yang nggak mendukung kalian ketemu kemaren, Bi. Tapi, pasti sebenernya yang bikin kamu batalin kerja sama kalian gara-gara kamu kesel, kan, kemaren tiba-tiba melakukan hal yang memalukan? Hehehe... Hayoo ngakuuu, Bi!” tembak Katty.
“Hmmmmm… Hmmmmm…,” Bambi no comment.
“Bener kan tebakan aku! I know you so well, my soulmate!!! Hehehe… Pleaseee… jangan batal yaaa! Kamu juga langsung jatuh hati, kan, pas aku liatin portfolio dia? Percaya deh! Cowokku juga selalu muji karya-karya dia!” bujuk Katty.
“Iya deh… Demi Kat-Kat, aku pikir-pikir ulang lagiii...,” kata Bambi dengan nada agak ngedumel. “Oh ya, aku mau cari apa yang bisa dimakan dulu nih. Laper! Hehehe… Bye-bye!”
“Nah gitu dong, hehehe… Sipp! Met makan! Bubye!” kata Katty riang.
Katty adalah teman baik Bambi yang mengenalkan Leo---seorang fotografer muda yang mempunyai sebuah studio foto bernama ZOOM---padanya. Bambi memang meminta Katty untuk mengenalkannya pada fotografer profesional. Katty punya banyak kenalan fotografer karena dia lulusan jurusan fashion design dan pacarnya adalah seorang model.
Bambi dan Katty sama-sama kuliah di sebuah universitas swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Mereka berdua sama-sama baru saja lulus sebulan yang lalu. Tapi Bambi mengambil jurusan yang berbeda dari Katty, yaitu jurusan hospitality management di. Setelah lulus S1 ini, Bambi bercita-cita untuk melanjutkan S2 di kota impiannya, Paris. Ia ingin kuliah di Paris dengan uangnya sendiri, ia tidak ingin merepotkan mamanya lagi. Bambi berusaha mengumpulkan modal kuliahnyanya sendiri. Usaha pertamanya diawali dengan rencana menerbitkan buku resep makanan.
Kebetulan Bambi memang menyukai bidang kuliner dan cukup piawai memasak. Di antara teman-temannya, dia terkenal sebagai koki andal. Ia berencana menerbitkan kumpulan resep makanan Italia. Untuk itulah, ia membutuhkan seorang fotografer untuk mendokumentasikan proses pembuatan makanan dan makanan itu sendiri. Bambi ingin kumpulan resepnya dipenuhi foto yang dapat membantu pembacanya mempraktikkan resep makanan tersebut.

***

Cuplikan Novel Bambina bisa dilihat lebih lanjut di Majalah CLEO edisi Maret 2013 ini :)









Berikut resensi novel Bambina dan interview dengan penulis dari kontributor Majalah CLEO :)




Untuk kelanjutannya sampai tamat, jangan ketinggalan novel Bambina yang bisa ditemukan di toko buku kesayangan blogger :)

- Soup -
Leo selalu mengingatkan Bambi pada rasa HOT dari Tabasco yang dimasukkan ke dalam semangkok sup tomat, berada di samping Leo membuat Bambi selalu penuh dengan emosi. Berbeda sekali dengan Mr. Kim si pria romantis, kejutan – kejutan indah yang diberikannya seumpama wortel dan buncis yang mewarnai sup bening Bambi.

- Main Course –
Mr. Kim adalah Kimchi Jigae, sedangkan Leo adalah Beef Bourguignon. Bambi harus memilih salah satu menu untuk hidangan utamanya, ia bukan wanita yang rakus. Tapi yang mana? Kedua – duanya sangat enak!

- Dessert -
Pria itu bagaikan tiramisu di hidangan penutup Bambi. Selain mempunyai rasa manis dari cream mascarpone, tiramisu juga mempunyai rasa pahit dari kopi espresso. Tiramisu adalah kue kesukaan Bambi!


“Perlukah untuk selalu memiliki impian dalam mencari pasangan hidup dambaan kita? Novel Bambina adalah kisah perjalanan seorang profesional muda dalam usahanya menemukan cinta sejati. Novel ini mengisahkan petualangan kecil berhati besar menyusuri sudut-sudut kehidupan yang sering kita take for granted. Angie berhasil memikat saya untuk terus membalik halaman demi halaman. Saya berharap setiap pembaca novel ini juga akan terhibur, sekaligus terinspirasi, seperti saya sendiri. Baca novel ini, perjuangkan mimpi Anda, dan berkaryalah untuk negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!”
–– Merry Riana; Motivator Wanita No.1 di Indonesia & Asia. Pemenang Penghargaan ‘Great Women of Our Time’.www.MerryRiana.com


Di belakang novel, ada kumpulan 5 menu Italian food juga ;D
Bambina Kitchen


-Mitha Juniar -author of Cinta dalam Butiran Debu, Karena Aku Cinta, The Heart


Dear Blogger,
I want to share something about passion :)
What is passion?
In my opinion, passion is something that we do by our heart :)
What is my passion?
My passion is ART (write, bake, and draw: all of them is art for me)
Aha! I have got new one, share positive things to everyone :)
I love it ^^ ( I have sweet feeling when I can do something for someone else, not always do something for myself)
Do I think my passion will be endless?
Yes Yes Yes (I want and learn to be positive thinking ;)
Do I trust my passion will lead me to be success?
I will do my best and let God fot the rest:)
In the worst case if I stuck and tired, I will try try and try again
like a quote
"There are many ways to Rome"

What about you blogger?
Do you already know what is your passion?
Lets find it! Lets try it!
But don't be rush too
Slow but sure ;D
And also
Don't be scared to do something that we never though before :)
(for example Merry Riana: She was studied about Electro, and now she becomes successful by doing Sales Marketing at that time.)
Dare to take a risk!

Passion is by heart
You will love to do it, You will spend most of your time for it

How can we know that is our passion?
Your heart will lead you

Brain : Im tired to do all this! I want give up!!!
Heart: Hey... lets try again...


Warm Regards,
Angie Wiyaniputri










Minggu, 24 Februari 2013

Resensi Movie MIKA

Mika adalah film yang diadaptasi dari sebuah novel berdasarkan kisah nyata berjudul "Waktu Aku Sama Mika" karya Indi.


Ceritanya berkisah tentang percintaan remaja SMA, Indi yang mengidap penyakit Skoliosis dan Mika yang mengidap AIDS.

Walau Mika mengidap penyakit AIDS, Indi tidak takut. Baginya, Mika berbeda, dari Mika Indi belajar untuk berjuang melawan penyakitnya.
Skoliosis membuat Indi harus memakai alat penyangga di tubuh (brace) selama 23 jam setiap hari dan membuatnya minder dikalangan teman-temannya. Indi tidak diperbolehkan untuk mengikuti pelajaran olahraga karena penyakitnya, suatu hari Mika menggendongnya dan mereka mengikuti lomba balap lari. Adegan ini sangatlah sweet menurut aku :)

Indi anak yang manis, bahkan Mika pernah mengira nama Indi adalah Candy di awal pertemuan mereka.
"Kamu siapa?" tanya Mika
"Indi."
"Candy? Sugar?" ulang Mika salah dengar.
Mika menyukai Indi, akhirnya mereka berpacaran.

Berpacaran dengan Mika tidaklah mudah, Indi mengalami banyak penolakan dari orangtuanya dan teman-temannya karena Mika mengidap AIDS.

Mika adalah remaja putra yang dulunya mempunyai pergaulan buruk dan memakai narkoba. Tetapi sejak divonis mengidap penyakit AIDS, ia menjauhi pergaulan buruknya dan berubah untuk lebih menghargai hidupnya. Ia bahkan mengadakan penyuluhan tentang bahaya AIDS di sekolah Indi.

Satu hal yang paling ditakuti Mika adalah menularkan penyakitnya kepada Indi, saat itu Mika hendak mencium Indi, tetapi Mika mengurungkan niatnya dan Indi pun terluka. 

Satu hal yang paling ditakuti Indi adalah menghadapi kenyataan bahwa suatu hari Mika akan pergi untuk selama-lamanya meninggalkan dunia. Mika mengatakan kepada Indi bahwa ia tidak bisa menjaga Indi untuk selama-lamanya, Indi dan Mika sangat sedih menghadapi kenyataan pahit ini.

Ironisnya, saat kesehatan Indi membaik dari hari ke hari, Mika semakin melemah. Pada akhirnya Mika meninggalkan dunia, tapi bagi Indi Mika selama-lamanya selalu ada di hatinya. Mika adalah malaikatnya, pelita hidupnya yang telah memberinya semangat untuk berjuang melawan penyakitnya. Suatu hari Indi pun melepas alat yang menyangga tubuhnya, ia sembuh dari Skoliosisnya.

Pemeran Mika dimainkan oleh Vino G. Bastian dan Indi oleh Velove Vexia. Keduanya memainkan perannya dengan sangat baik :)

Menonton film Mika akan membuat para penonton terhanyat manis pahitnya kisah percintaan ala remaja SMA. Selain itu, banyak pesan yang bisa dipetik dari film ini, bahwa penderita penyakit janganlah dijauhi. Hindari penyakitnya, bukan orangnya. Penderita penyakit adalah orang-orang yang membutuhkan semangat dari orang-orang disekitarnya untuk memperjuangkan hidupnya :)

Berikut trailer film Mika :
http://www.youtube.com/watch?v=PI4S2xNJzZ4


Blogger,
Penah nggak kepikiran
Apakah orang-orang yang sudah meninggal masih mempunyai ingatannya selama di dunia?
hmmm...
Indi will never forget Mika
I believe
Indi also always stay in Mika heart and mind
Walapun mereka sudah berada di dunia yang berbeda
...











Rabu, 13 Februari 2013

What is Love? By: Michael Valentino



Apa itu Cinta?
By: Michael Valentino

Apakah telapak tanganmu berkeringat, jantungmu berdetak cepat, dan suaramu tercekat saat berada di dekatnya?
·      Itu bukan Cinta, itu Suka.
Apakah kamu tak bisa melepaskan pandangan atau genggaman dari dirinya?
·      Itu bukan Cinta, itu Napsu.
Apakah kamu menginginkan dia saat dia sedang tidak ada?
·      Itu bukan Cinta, itu Kesepian.
Apakah kamu ada di sana karena itulah yang diinginkannya?
·      Itu bukan Cinta, itu Kesetiaan.
Apakah kamu menerima pengakuan cintanya karena kamu tak ingin menyakitinya?
·      Itu bukan Cinta, itu Kasihan.
Apakah kamu ada di sana karena dia memelukmu atau menggenggam tanganmu?
·      Itu bukan Cinta, itu Ketergantungan.
Apakah kamu ingin memilikinya karena tatapan matanya membuat hatimu berdegup kencang?
·      Itu bukan Cinta, itu Tergila-gila.
Apakah kamu memaafkan kesalahannya karena kamu peduli padanya?
·      Itu bukan Cinta, itu Persahabatan.
Apakah kamu mengatakan padanya setiap hari bahwa dialah satu-satunya yang kamu pikirkan?
·      Itu bukan Cinta, itu Dusta.
Apakah kamu ingin memberikan semua benda kesayanganmu untuknya?
·      Itu bukan Cinta, itu Sikap Dermawan.
Apakah hatimu sedih dan sakit saat dia sedang terluka, dan sebisa mungkin ingin mengobati luka hatinya?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu tertarik pada orang lain tapi tetap setia mendapinginya tanpa pernah menyesal?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu menerima segala kesalahan dan kekurangannya karena itulah bagian dari dirinya?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu menangis saat dia sedih meskipun dia kuat?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu memaafkannya dan bersedia tetap bersamanya saat dia menyakiti?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu tetap setia apapun yang terjadi, baik saat gembira maupun sengsara?
·      Barulah itu Cinta.
Apakah kamu bersedia memberikan hatimu, hidupmu, dan matimu untuknya?
·      Ya, itulah Cinta.

Senin, 04 Februari 2013

Recipes for a Perfect Marriage


Dear blogger,
"Cinta sejati bukanlah perasaan yang membuat kita terharu biru, melainkan keputusan yang dibuat dengan sepenuh hati dan pertimbangan matang."
- M. Scott Peck, The Road Less Traveled-

I have read a book "Recipes for a Perfect Marriage" by Kate Kerrigan
(Publisher: Gramedia Pustaka)
These are some gorgeous quotes from that book:
  • Kecocokan: Ada atau tidak ada
  • Kompromi: Kita tidak selalu bisa menikmati gula sebanyak yang kita inginkan
  • Pengorbanan: Dengan mengorbankan sesuatu yang kita yakini, kita akan dihadiahi sesuatu yang kita cintai
  • Berbagi suka cita: Aku cinta pada saat memandang orang-orang lain saling cinta
  • Bertahan: Ketika memberi terasa sakit, berikan lebih banyak
  • Respek: Rasa puas diri adalah musuhnya cinta
  • Menerima: Menerima adalah langkah pertama menuju cinta tanpa syarat
  • Kesetiaan: Hadiah paling mahal yang bisa diberikan seorang laki-laki kepadamu adalah harga dirinya
  • Rasa Percaya: Tidak perlu harus merasakan cinta untuk bisa memberikannya
  • Komitmen: Kita bisa membuat komitmen atas cinta, tetapi kita tidak bisa mencintai tanpa komitmen
  • Kebijaksanaan: Tidak ada resep yang mujarab


I want to share my aunty wedding day :)



She is my precious aunty,
many people say that we look similiar ;)
Aunty Novy and me 


Blessing in the church


Groom & Bride
 Kim Filmer & Fausta Novy


 I give her a present
Voila~
The Wedding Cake!
I love decorate cake, and this is my first time to make a wedding cake :)
Someday I want to become an expert cake decorator ^.^
Amen ;)


I made it with full of love
I drawn brown tulip beside the initial name K&N
("brown tulip" is Kim's nickname from my aunty Novy:)



This cake is contain of three layers:
lemon sponge-white choco mouse-choco sponge-dark choco mouse-lemon sponge (cover with white meringue cream)
Yummy!


Prepare my self in wedding day:)
Make up tutorial by Michelle Phan (she is one of my fav)  -midnight luster-
http://www.youtube.com/watch?v=DBTd9qv_sJI


Grooming (mini dress and pump black highheel)


A little performance from my sister and me in wedding reception ( I sang "Aku Makin Cinta"-Vina Panduwinata, and my sister played the melody)
http://www.youtube.com/watch?v=6xLW-ajxYXA


Me and my bestiest Tammy


After the wedding day, I have some chit chat with Kim (the groom)
(He was born in Indonesia, but he lives in Holland and can not talk Bahasa, so we talk with English)

He said, "Choose the one based on quality not quantity, your aunty has the quality for me."
"Don't be afraid to wait and take times until u find the right person."
He continued, "I meet many people in Holland and Australia, but it was surprise me that in the end I find the best one (your aunty) from the country that I was born, Indonesia! Now, I believe God has plan it, He plan for us the best thing in His way and His time."
"Love need sacrifice, like the kind of God's love, He sacrifice His life in cross, so love not only about happiness, in the bad and sad situation we must stay together with our partner."  
And in the last conversation, he said something that is sweet like sugar!
"When we still dating, I said to her although in the worst case she has alzheimer (the lost memory diesease), I will never leave her."

I wish happily ever after better than in fairytale for Kim and Aunty Novy!

Cheers! 
XOXO

I have watched Habibie & Ainun movie :)
The story make me melting like chocolate in hot pot...
Mr. Habibie find his true love, Ainun
Although Mrs. Ainun died, Mr. Habibie still love her ( moreover he becomes sick because of loneliness and almost crazy). Doctor said that writing is one from three ways to make Mr. Habibie is getting well. So, he write a novel about his love story with Ainun.

It's very touching me...
I love this song
...
"Cinta Sejati"
 by BCL (ost Habibie & Ainun movie)

Manakala hati menggeliat mengusik renungan 
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
 Suara sang malam dan siang seakan berlagu 
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku 
Saat aku tak lagi di sisimu 
Ku tunggu kau di keabadian 
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu 
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku 
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu 
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita 
Saat aku tak lagi di sisimu 
Ku tunggu kau di keabadian
 Cinta kita melukiskan sejarah 
Menggelarkan cerita penuh suka cita 
Sehingga siapa pun insan Tuhan 
Pasti tahu cinta kita sejati 
Lembah yang berwarna
 Membentuk melekuk memeluk kita 
Dua jiwa yang melebur jadi satu 
Dalam kesunyian cinta 
Cinta kita melukiskan sejarah 
Menggelarkan cerita penuh suka cita 
Sehingga siapa pun insan Tuhan Pasti tahu cinta kita sejati 

Kamis, 17 Januari 2013

Surat Cinta Untuk Indonesia

Dear blogger,
I love Indonesia

How about you? :)

Menyambut Hari Film Nasional 2013, PlotPoint Kreatif dan @film_indonesia akan membuat kompetisi menulis Surat Cinta Untuk Film Indonesia. Pemenangnya akan masuk ke dalam buku Surat Cinta Untuk Film Indonesia yang merupakan upaya untuk mendapatkan jawaban bagi pertanyaan "Mengapa film Indonesia harus ada?". Buku ini adalah persembahan kami untuk film Indonesia.

Info selengkapnya bisa di liat di blog PlotPoint :
Yuk ikutan yuk ^^

This my love letter for Indonesia


11 Januari 2013
Dearest Film Indonesia,
Film adalah sebuah karya yang menunjukkan jati diri sang pembuatnya. Jadi mengapa film Indonesia harus ada? Karena Indonesia harus menunjukkan jati dirinya kepada bangsanya dan dunia.
Aku menyukai film bertema romansa. Film bertema romansa memang selalu laris manis dan tidak akan pernah ketinggalan jaman mengingat cinta adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk dimiliki (khususnya cinta di antara pria dan wanita sebagai sepasang kekasih). Aku sangat menyukai film-film pendek FTV tentang percintaan yang ditayangkan di televisi, karena ceritanya dikemas dengan sederhana dan memberi kesan yang mendalam. Untuk sinetron-sinetron yang ceritanya panjang dan berbelit-belit dengan konflik yang suka dilebih-lebihkan, terus terang aku kurang menyukainya.
Film Indonesia layar lebar bertema romansa yang tak akan pernah terlupakan dan melekat manis di kenanganku adalah Eiffel I’m in Love. Film layar lebar kemudian semakin berkembang dengan tema yang beraneka ragam seperti film horor (Jalangkung, Suster Ngesot), petualangan anak (Laskar Pelangi), dokumenter (Soe Hok Gie), dan masih banyak lagi. Sayangnya, film-film layar lebar tersebut masih belum bisa memasuki pasaran internasional.

Aku mempunyai impian bahwa suatu hari dunia akan mengakui keberadaan Indonesia yang terpesona dengan karya anak bangsanya. Mimpiku menjadi kenyataan. Sebuah film Indonesia bertajuk aksi yang masuk ke layar lebar berjudul The Raid akhirnya mengguncang dunia perfilman internasional. The Raid saat ini menjadi satu-satunya film aksi dalam sejarah perfilman Indonesia yang bisa menembus pasar Hollywood dan dibeli hak edarnya oleh Sony Pictures Classic.

Ekspektasiku ketika menonton film The Raid pun sangat tinggi melihat jajaran prestasi-prestasi yang telah diraihnya seperti: Winner (Best Midnight Madness Film – People’s Choice Award) Toronto Film Festival (2011). Official Selection Sundance Film Festival (2012). Official Selection SXSW Film Festival (2012). Winner (Best Action Film) Baliwood (2011). Winner (Best Action Film) INAFF 2011 (Indonesia International Fantastic Film Festival). Official Selection SITGES 2011 (International Fantastic Film Festival). Official Selection Busan International Film Festival 2011. Official Selection Fright Festival 2012.Winner (Best Film – Dublin Film Critics) Dublin Film Festival 2012. Official Selection Glasgow Film Festival 2012.Official Selection Moma ND/NF Film Festival 2012.

Menurutku secara pribadi film The Raid adalah film aksi yang luar biasa menakjubkan. Dari awal hingga akhir cerita, para penonton terus diselimuti oleh rasa tegang yang mencekam. Aksi laganya pun sangat variatif; dari bentuk moderen yang menggunakan alat bersenjata seperti pistol sampai bentuk tradisional yang menggunakan kekuatan bela diri seperti silat. Kritikus dunia seperti Ryland Aldrich Koehler sangat memuji kualitas film The Raid baik secara adegan aksi maupun sinematografinya. Begitu pula Robert Koehler, dari Variety memberi tanggapan, “Spectacular. Incredible. Exhilarating.”
The Raid telah membuka mata dunia untuk melihat Indonesia. Dari ajang festival Internasional tidak jarang ketika selesai pemutaran film ini, para penonton memberikan “standing applause” sebagai wujud apresiasi dan antusiasme. Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Apakah Bangsa Indonesia telah menyadari dan melihat potensi dan bakat yang dimilikinya?

Setelah menonton film Habibie dan Ainun ada sebuah sudut pandang yang aku dapat. Bangsa Indonesia cenderung tidak percaya dan meragukan dengan kemampuan anak bangsanya sendiri. Bapak Habibie telah membuktikan bahwa Indonesia telah mampu menciptkan sebuah pesawat terbang, tetapi sampai sekarang Indonesia masih mengimpor pesawat terbang dari negara lain.
Kemudian aku mendengar sebuah kabar yang sangat memprihatinkan. Upin Ipin yang merupakan film animasi dari Malaysia yang sangat terkenal itu ternyata inovasi orang Indonesia yang sayangnya gagal memasuki pasaran Indonesia ( mereka menawarkan karyanya kepada pengusaha dalam negeri tetapi tidak ada yang mau membelinya) dan kemudian terjual dan menjadi terkenal di negara tetangga. Sungguh menyedihkan melihat karya anak bangsa kita menjadi hak milik negara lain pada akhirnya. Dari cerita ini aku tersadar bahwa Bangsa Indonesia memang masih kurang menghargai karya anak bangsanya sendiri.
Semoga film The Raid menyadarkan Bangsa Indonesia akan talenta yang dimilikanya untuk terus diasah dan dikembangkan supaya menghasilkan film yang semakin berkualitas untuk bersinar menyilaukan bangsa dan dunia seperti layaknya berlian.
Love,
Angie Wiyaniputri



Rabu, 16 Januari 2013

THE WINNER OF BAMBINA GIVEAWAY



17.01.13

Dear Para Peserta Giveaway Bambina,
Akhirnya sampailah kita di hari yang ditunggu-tunggu :)
Pengumuman pemenang GIVEAWAY #BAMBINA#


The Winner are :
No. undian :

22) Mitha Juniar
31) Artika Adindiyani Nursejati
73) Novi Eldanita

Congratz buat para pemenang!!! ^.^
(akan saya konfirmasikan lagi lewat email)
Bagi yang masih belum beruntung, jangan berkecil hati:) Di lain kesempatan keberuntungan pasti akan ada di pihak kalian ;)
Saya ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya kepada semua peserta Giveaway Bambina untuk partisipasinya :)


NANTIKAN GIVEAWAY BAMBINA SELANJUTNYA ^^

Cheers,
Angie Wiyaniputri


(Bambina 10 Top Ten in bookstore!)



Jumat, 04 Januari 2013

Short Story: Golden Voice

Golden Voice


Pada suatu malam, Ela terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi petir menyambar. Ela memejamkan matanya, tetapi ia tidak dapat kembali terlelap.
“Mamaaaaa…Mamaaaa….” panggil Ela yang mulai ketakutan.
Mama segera masuk ke kamar Ela mendengar panggilan putri tersayangnya itu.
“Ada apa Ela sayang?” Mama naik ke ranjang dan mengusap kepala Ela dengan lembut.
“Mamaaa…Ela takut petir…Ela nggak bisa tidur…”
“Kalau begitu, Mama akan menceritakan sebuah dogeng sampai Ela tertidur ya?”
“Asikkkk!!!” teriak Ela kegirangan. Setiap Ela tidak bisa tidur, Mamanya akan selalu mendongengkan sebuah cerita pengantar tidur kepadanya.
¬
Pada suatu ketika, di langit ke sembilan yang seputih salju, hiduplah seorang malaikat bernama Melodi. Melodi mempunyai suara yang sangat merdu. Setiap hari Minggu, Raja Surga mengadakan jamuan pesta di aula besar kerajaan dan Melodi akan mengikuti paduan suara untuk melanturkan nyanyian pujian kepada Sang Raja.
Nyanyian Melodi bagaikan sihir yang membuat pendengarnya terhanyut ke dalamnya. Ketika Melodi menyanyikan lagu sedih, orang-orang akan menangis. Ketika Melodi menyanyikan lagu gembira orang-orang akan penuh sukacita. Melodi dijuluki malaikat bersuara emas.
Suatu hari Melodi ditugaskan oleh Raja Surga untuk turun ke bumi. Melodi diberi misi untuk menyebarkan kebahagian kepada seorang manusia.
Dengan penuh semangat Melodi mengepakkan sayapnya menelusuri bumi, ia pun bertanya-tanya dalam hatinya tentang kebahagian seperti apakah yang dibutuhkan oleh manusia ini?
Melodi menjumpai seorang pria separuh baya berperut buncit bernama Kaya.
“Tuan Kaya, nama saya Melodi, saya adalah malaikat yang diutus Raja Surga untuk memberikan kebahagian kepadamu. Beri tahu saya, apakah kebahagiaan yang paling tuan dambakan?”
Tuan Kaya yang baru bangun tidur, terkejut setengah mati melihat sosok malaikat Melodi di depannya. Dengan ragu-ragu ia bertanya, “Apakah ini sebuah mimpi?”
“Ini bukan mimpi Tuan Kaya, Raja Surga mengatakan ia telah mendengar jeritan tangismu yang meraung-raung meminta kebahagiaan kepadanya. Jujur aku tidak mengerti, Tuan Kaya hidup dalam limpahan harta, apakah kekayaanmu tidak memberikan kebahagiaan?”
“Aku memang kaya raya seperti namaku, aku mempunyai rumah mewah seperti istana, aku telah mengelilingi seluruh dunia, aku mempunyai istri yang sangat cantik, dan semua orang mengatakan hidupku sangat sempurna. Tetapi aku tidak pernah merasa puas, aku selalu menginginkan lebih dan lebih. Di manakah letak kebahagiaan itu sesungguhnya? Mengapa aku tidak merasakan kebahagiaan dari semua yang telah kumiliki? Mengapa yang kurasakan hanyalah kehampaan?”
“Mengapa Tuan Kaya tidak pernah merasa puas? Karena Tuan Kaya tidak pernah bersyukur dengan apa yang telah Tuan Kaya miliki. Tuan Kaya selalu melihat ke atas. Apakah Tuan Kaya pernah melihat ke bawah? Apakah Tuan Kaya pernah berbagi kepada orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongan?” tanya malaikat Melodi penuh simpatik.
Dengan malu Tuan Kaya pun mengakuinya “Tidak pernah.” jawabnya sejujurnya.
“Mungkin disitulah letak kebahagiaanmu yang kurang Tuan Kaya. Karena dengan semakin banyak Tuan berbagi, semakin banyak yang akan Tuan dapat.”
Kemudian Malaikat Melodi pun bernyanyi
How many people will have to die before we will take a stand
How many children will have to cry, before we do all we can
If sending your love is all you can give
To help one live, mmm

How many times can we turn our heads
And pretend we cannot see
Healing the wounds of our broken earth
We are one global family
Just sending your prayers
Is something you feel
Helping one heal
What have I got that I can give
(What have I got that I can give, tell me)
What have I got that I can give, yeah, oh
To love and to teach you
To hold and to need you
What more can I give (what more can I give, yeah)

brother to brother, lay down our fears and reach out and make a pact
Show him the love that is in our hearts, let us bring salvation back
Just sending your love has the power to heal
So let's all give

What have I got that I can give
(It's not a lot to give, just a little bit)
What have I got that I can give
(Everyone should be a part of it)
To love and to teach you
To hold and to need you
What more can I give

Say the words, I'll lay 'em down for you
Just call my name, I am your friend
See then why do they keep teaching us
Such hate and cruelty
We should give over and over again

What have I got that I can give
(We should give over and over again)
What have I got that I can give
(Oh my God, oh my God)
See, to love and to teach you
To hold and to need you
What more can I give

What have I got that I can give (aah)
What have I got that I can give
(Give to you, give to you)
See, to love and to teach you
To hold and to need you
What more can I give (Oooh)
¬
Song: WHAT MORE CAN I GIVE LYRICS 
- MICHAEL JACKSON with FRIENDS -
https://www.youtube.com/watch?v=8qqUuzhGLt8


I was inspired to write Golden Voice after watch this video :)
"Secret of Truly Happy People"
https://www.youtube.com/watch?v=DdGNWyq8nsQ
I love one quote in this video:
"The more you give the more you receive"
and 
A Cherokee Legend - Two Wolves
An old Cherokee is teaching his grandson about life. "A fight is going on inside me," he said to the boy.
"It is a terrible fight and it is between two wolves. One is evil - he is anger, envy, sorrow, regret, greed, arrogance, self-pity, guilt, resentment, inferiority, lies, false pride, superiority, and ego." He continued, "The other is good - he is joy, peace, love, hope, serenity, humility, kindness, benevolence, empathy, generosity, truth, compassion, and faith. The same fight is going on inside you - and inside every other person, too."
The grandson thought about it for a minute and then asked his grandfather, "Which wolf will win?"
The old Cherokee simply replied, "The one you feed."